Artikel
Judul : Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Gangguan Kepribadian Narsistik Menggunakan Metode Certainty Factor d
Abstrak : Gangguan narsistik berasal dari legenda Yunani Narcissus, seorang anak muda yang jatuh cinta dengan bayangannya di kolam. Pribadi dengan gangguan ini memiliki maksud dengan kepentingan yang tidak realitas, berlebihan, sifat tersebut dikenal dengan sebutan grandiosity (kebesaran diri). Orang – orang dengan gangguan narsistik mengharapkan orang lain memuji dan mengikuti keinginan serta permintaan mereka dan seorang narsistik kurang peka terhadap keperluan orang sekitarnya. Asosiasi peneliti All India Institute of Medical Science yang hasilnya dalam kurun waktu enam tahun, ada 259 orang diseluruh dunia meninggal sepanjang oktober 2011 hingga November 2017 dengan persentase laki – laki 72,5 persen dan perempuan 27,5 persen akibat selfie karena kenarsisan yang berlebihan.Dikatakan bahwa angka yang terhitung merupakan yang diketahui dan dicatat saja, dimana sangat mungkin ada beberapa kasus yang tak diketahui. Sistem pakar merupakan sebuah sistem yang menggunakan pengetahuan seorang pakar untuk menyelesaikan suatu permasalahan pada bidang tertentu di mana sistem tidak terbatas oleh waktu dan dapat digunakan oleh banyak orang. Metode yang digunakan yaitu Certainty Factor dan Forward Chaining sebagai mesin inferensi untuk menentukan hasil diagnosa berdasarkan gejala yang ditentukan. Perhitungan pada metode ini menggabungkan nilai MB (measure of increased belief) dan MD (measure of increased disbelief) yang didapatkan dari pakar dan juga mengklasifikasi gangguan kepribadian narsistik tersebut sehingga sistem pakar ini membantu pengguna untuk mengetahui tingkat narsistik yang sesuai dengan yang dialami pengguna serta mendapatkan nilai kepercayaan dan rekomendasi penanganan gangguan kepribadian narsistik.
Penulis : Mujiburrahman
Keyword : Gangguan Narsistik, Sistem Pakar, Certainty Factor, Forward chaining.
Referensi : [1] P. B. M. Noor, Ekojono, and N. Santoso, “Sistem Pakar Diagnosis Tipe Kepribadian Menggunakan Metode Certainty Factor,” 2016, no. 09. [2] R. Rudi, “Studi Tentang Siswa Yang Memiliki Sikap Narsisme Dan Penagananya Melalui Latihan Bertanggun Jawab Dalam Konseling Gestal,” JURKAM J. Konseling Andi Matappa, vol. 1, no. 2, p. 142, 2017. [3] Nokiafans.id, “Selama 6 Tahun , Ada 259 Kematian Akibat Selfie,” pp. 1–10, 2019. [4] M. Arief, Pemrograman Web Dinamis Menggunakan Php dan Mysql. Jakarta: ANDI, 2011. [5] D. Purnomo, “Model Prototyping Pada Pengembangan,” J. Inform. Merdeka Pasuruan, vol. II, no. 2, 2017. [6] P. V. Andreyana, I. N. Piarsa, and P. W. Buana, “Sistem Pakar Analisis Kepribadian Diri dengan Metode Certainty Factor,” Merpati, vol. 3, no. 2, pp. 78–86, 2015. [7] D. P. Indah, Anton, and U. Radiyah, “Sistem pakar deteksi karakteristik dan kepribadian diri menggunakan metode forward chaining,” JIMP - J. Inform. Merdeka Pasuruan, vol. 3, no. 1, pp. 34–43, 2018. [8] T. N. Oktavia, D. H. Satyareni, and E. N. Jannah, “Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Gangguan Kepribadian Histerik Menggunakan Metode Certainty Factor,” Regist. J. Ilm. Teknol. Sist. Inf., vol. 1, no. 1, p. 15, 2015. [9] D. T. Yuwono, A. Fadlil, and Sunardi, “Penerapan Metode Forward Chaining Dan Certainty Factor Pada Sistem Pakar,” Klik, vol. 04, no. 02, pp. 136–145, 2017. [10] F. I. Mevung et al., “Diagnosis Penyakit Kejiwaan Menggunakan Metode Certainty Factor,” Pros. Semin. Ilmu Komput. dan Teknol. Inf., vol. 2, no. 1, pp. 374–380, 2017. [11] A. Supiandi and D. B. Chandradimuka, “Sistem Pakar Diagnosa Depresi Mahasiswa Akhir Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Mobile,” J. Inform., vol. 5, no. 1, pp. 102–111, 2018. [12] W. K. Campbell and R. F. Baumeister, “Narcissistic Personality Disorder W H AT I S N A R C I S S I S T I C P E R S O N A L I T Y D I S O R D E R??,” pp. 423–431, 2006. [13] M. Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi, 2005. [14] J. G. Gary Riley, Expert System Principles and Programming. Boston: PWS Publishing Company, 2005. [15] V. S. T Sutoyo, E Mulyanto, Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: ANDI, 2011. [16] R. H. Susan Krauss Whitbourne, Abnormal Psychology: Clinical Perspectives on Psychological Disorders. New York: McGraw Hill Higher Education, 2009. [17] A. M. K. Gerald C. Davison, John M. Neale, Psikologi Abnormal. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010. [18] S. N.-H. Rita L. Atkinson, Richard C. Atkinson, Edward E. Smith, Daryl J. Bem, Introduction To Psychology. San Diego: Harcourt Brace Jovanovich.Inc, 1983. [19] J. E. Prawitasari, Psikologi Terapan. Jakarta: Erlangga, 2012. [20] A. P. Basuki, Membangun Web Berbasis PHP dengan Framework Codeigniter. Bandung: Lako Media, 2009.
File :