Artikel
Judul : Sistem Monitoring Detak Jantung Berbasis IOT
Abstrak : Pengontrolan denyut jantung harus dilakukan secara berkala, dengan mahalnya alat pemeriksa denyut jantung serta kurang praktisnya alat tersebut menjadi salah satu faktor ketidaktahuan masyarakat akan kesehatan jantung mereka. Penyebab perubahan kesehatan jantung diantaranya pola hidup yang kurang sehat yang menyebabkan obesitas sampai kondisi terburuknya adalah gagal jantung. Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things dapat memberikan kemudahan serta saran kepada pasien atau dokter dalam mengontrol kesehatan pasien itu sendiri. Sistem yang dibangun menggunakan Microcontroller yang dilengkapi dengan Pulse Sensor sebagai alat yang mendeteksi denyut jantung dimana data yang sudah diambil akan dikirim ke server agar bisa ditampilkan pada aplikasi mobile. Photoplethysmogram merupakan metode pengkodisian denyut jantung agar sistem dapat memberikan output berupa beat per minute (bpm). Hasil monitoring yang dilakukan sistem memiliki tingkat akurasi 81% dari pengujian yang dilakukan pada olahragawan, ibu hamil, dan orang normal dengan output beat per minute serta suggest.
Penulis : Kahfi M Bintang
Keyword : Jantung, Kesehatan, Android, Photoplethysmogram . IOT (Internet of Things).
Referensi : [1] A. Ahmad, “Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Informasi,” Dakwah Tabligh, vol. 13, pp. 137–149, 2012. [2] I. G. Ratnaya, “Dampak NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI DAN CARA ANTISIPASINYA,” pp. 17–28, 2011. [3] H. H. Rachmat and D. R. Ambaransari, “Sistem Perekam Detak Jantung Berbasis Pulse Heart Rate Sensor pada Jari Tangan,” vol. 6, no. 3, pp. 344–356, 2018. [4] G. W. Wohingati, A. Subari, F. Teknik, and U. Diponegoro, “ARDUINO UNO R3 YANG DIINTEGRASIKAN DENGAN BLUETOOTH,” vol. 17, no. 2, pp. 65–71, 2013. [5] F. Rozie, F. Hadary, F. T. P. W, D. Nadi, B. Berdasarkan, and P. Terkait, “Jumlah Denyut Nadi / Jantung Berbasis Android,” pp. 1–10. [6] V. Patil, S. S. Thakur, and V. Kshirsagar, “Health Monitoring System Using Internet of Things,” 2018 Second Int. Conf. Intell. Comput. Control Syst., no. Iciccs, pp. 1523–1525, 2018. [7] T. M. Amirin, “Pengertian sistem,” p. 7, 1984. [8] F. Hasan, “Konsep Sistem dan Sistem Definisi SISTEM Karakteristik Sistem Karakteristik Sistem,” 2017. [9] I. Sommerville, “Embedded System,” tutorialpoint, 2015. [10] L. A, “Embedded System,” pp. 9–60, 2017. [11] Y. Yudhanto, “A p a i t u I O T ( I n t e r n e t O f T h i n g s )??,” pp. 1–7, 2007. [12] R. Baxter, N. Hastings, A. Law, and E. J. . Glass, “Arduino Uno R3 Datasheet,” Anim. Genet., vol. 39, no. 5, pp. 561–563, 2008. [13] R. Syam, Dasar Dasar Teknik Sensor. Makasar: Fakultas Teknik, 2013. [14] H. Basri, “Definisi Landasan Teori,” pp. 6–31, 2001. [15] Zulfikar, “INTERNET PROTOCOL.” [16] Muflicharun, “Anatomi Jantung,” pp. 4–14, 2006. [17] D. B. Ahmad Nawawi Harahap, “SISTEM PENGUKURAN DETAK JANTUNG MANUSIA MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE DENGAN JARINGAN WI-FIBERBASIS PC,” pp. 1–7, 2016. [18] B. A. Perkuliahan, “Metodologi penelitian,” 2010. [19] G. W. Wohingati, “Prototype . Prototype Model,” Widyatama, pp. 1–26, 2015. [20] I. S. Wulandari Sutrisno, “Web Service,” 2015.
File :